Novel ini mengisahkan Dimas Suryo, seorang eksil politik yang terdampar di Paris pasca-peristiwa 1965, dan pencarian jati diri putrinya, Lintang Utara, yang kembali ke Indonesia saat reformasi 1998. Sebuah kisah mendalam tentang rindu rumah, sejarah, dan kemanusiaan.
Jakarta, Maret 1998 Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agara bersedia menjawab satu pertanyaan penting: siapakah …